Latest Entries »

DEPARTEMEN SOSIAL EKONOMI

Merupakan bagian dari PCNA Mantrijeron yang bergerak dalam hal kemasyarakatan dan pemanfaatan segala hal yang berharga, seperti uang, waktu, tenaga, dan sebagainya. Tujuannya adalah peningkatan gerak Nasyiah dalam hal melakukan pendampingan terhadap persoalan perempuan dan anak di bidang pendidikan, sosial dan ekonomi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Koordinator :

Wening Kirana Murti, S.E

Staff Departemen:

1. Gery Oktaviani, S.E
2. Hana Amany Vienuari
3. Sulasti Sasmitha
4. Vidiati C.

DEPARTEMEN KADER

Merupakan bagian dari PCNA Mantrijeron yang bergerak dalam mendidik atau membentuk seseorang menjadi kader. Tujuannya yaitu terwujudnya kader Nasyiah yang dapat menghimpun, mengembangkan dan mendayagunakan potensi untuk aktif dalam menggerakkan masyarakat berdasar nilai-nilai islam dan diharapkan akan memegang peran penting dalam Nasyiah.

Koordinator :

Tri Widiastuti

Staff Departemen:

1. Aida Tri Agustina, S.E
2. Dilla Syafutri
3. Novi

DEPARTEMEN DAKWAH

Merupakan bagian dari PCNA Mantrijeron yang bergerak dalam hal syiar agama di kalangan masyarakat dan pengembangannya. Tujuannya yakni mengajak untuk mempelajari, dan mengamalkan ajaran agama serta mentransformasikan nilai-nilai Islam dalam sikap, perilaku dan pemikiran di dalam kehidupan pribadi, masyarakat, bangsa dan negara.

Koordinator:

Nunung Damayanti, S.I.P

Staff Departemen:

1. Dian Oktafiani Amalia, S.E
2. Isti Noorrochmah
3. Rizki Mufidatul
4. Nuri Sulistyowati

Sadarkah ukhti…??? Sebelum datangnya cahaya Islam, kita didzalimi, hak kita dirampas, kita dikubur hidup2, ta’ ada penghormatan dari kaum adam, kita tidak bernilai di mata kaum adam, kita hanya sebagai alat untuk memuaskan hawa nafsu mereka. Tapi…kini setelah cahaya Islam menyelubungi alam, derajat kita diangkat, harga diri kita dipelihara, hak2 kita dihargai dan kita mendapat tempat mulia di sisi Allah sehingga tiada “Sebaik-baik hiasan di dunia melainkan Wanita Sholehah”

UKHTI … Kenapa ukhti tidak menghargai nikmat IMAN dan ISLAM? Kenapa ukhti enggan mentaati ajaran-Nya?Kenapa masih ragu untuk mengamalkan kandungannya dan kenapa masih was-was untuk memetuhi perintah-Nya?

Wahai ukhti, engkau dapat menggoncang dunia dengan melahirkan manusia-manusia hebat yakni yang sholeh dan sholehah. Engkau bisa menggegerkan dunia dengan menjadi istero yang taat serta memberi dorongan dan sokongan pada suami yang sejati dalam menegakkan ajaran Islam. Tapi… jangan sesekali engkau mencoba menggoncang keimanan lelaki dengan lembutnya suaramu, dengan senyumanmu manis wajahmu, dengan gemulainya tubuhmu.Jangan Ukhti…Jangan sesekali mencoba menarik perhatian kaum Adam yang bukan suamimu. Jangan sesekali menggoda lelaki yang bukan suamimu. Karena khawatir akan mengundang kemurkaan dan kebencian Allah dan menyenangkan syaitan. Karena wanita adalah salah satu perangkap syetan, alat yang digunakan syetan dalam menyesatkan Adam.

Wahai KAUM HAWA …Andai engkau masih remaja, jadilah anak yang sholehah buat kedua ibu bapakmu. Andai engkau belum menikah, janganlah risau, ingatlah ukhti, janji Allah yakni Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Jangan menggadaikan harga dirimu hanya semata-mata karena seorang lelaki. Jangan memakai pakaian yang menampakkan sosok tubuhmu yang begitu indah yang dapat menarik perhatian dan memikat lelaki, karena engkau bukan memancing hatinya tapi merangsang nafsunya yang kapan saja bisa menerkam. Pakailah pakaian yang menutup aurat sesuai ajaran Islam, yang sederhana tidak berlebihan.

Wahai HAWA …Lelaki yang baik tidak melihat paras rupa, lelaki yang sholeh tidak memilih wanita melalui keseksiannya, lelaki yang wara’ tidak menilai wanita melaluinya keayuannya, kemanjaannya, kekayaannya, kemampuan mereka menggoncang iman. Tapi…ukhti , Lelaki yang baik akan menilai wanita melalui akhlaknya, kepribadiannya dan agamanya. Belum ada kata terlambat untuk kita ukhti, selalu memperbaiki dan berusaha menjadi lebih baik, agar kita mendapatkan suami sholeh pula. Lelaki yang baik tidak menginginkan sebuah pertemuan dengan wanita yang bukan muhrimnya karena dia takut memberi kesempatan pada syetan untuk menggodanya. Lelaki yang wara’ juga tak mau bermain cinta sebab dia tahu apa tujuan dalam hubungan antara lelaki dan wanita yaitu PERNIKAHAN.

Oleh karena itu HAWA …Jagalah pandanganmu, jagalah pakaianmu, jagalah akhlakmu, kuatkan pendirianmu, kuatkan imanmu jangan mudah tergoda dengan bujuk rayu syetan. Andai kata ditakdirkan tiada cinta dari Adam untukmu, cukuplah hanya cinta Allah menyinari dan memenuhi jiwamu, biarlah hanya cinta kedua ibu-bapakmu yang memberi kehangatan dan kebahagiaan buat dirimu, cukuplah sekadar ciunta saudara serta keluarga yang akan membahagiakan dirimu cinta karena Allah.

Cintailah Allah di kala susah dan senang karena kau akan memperoleh cinta dari insan yang juga mencintai Allah. Cintailah kedua ibu-bapakmu karena kau akan memperoleh keridhaan Allah. Cintailah keluargamu karena tiada cinta selain cinta keluaga.

Ditulis oleh: Aida Tri Agustina, SE. Penulis adalah Staf Departemen Kader PCNA Mantrijeron 2008-sekarang. Serta menjabat Sekretaris Umum PDNA Kota Yogyakarta, 2008-sekarang.

Up Grading merupakan salah satu program kerja dari Departemen Kader. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 26 Februari 2010 bertempat di Gedung Politekhnik Muhammadiyah Yogyakarta Komp. Masjid Ngadinegaran, bertujuan untuk memberikan bekal kepada anggota Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah Mantrijeron tentang kepemimpinan.

Adapun pembicara yang menyampaikan materi tentang kepemimpinan mengambil tema “How To Be Leader?” yaitu Mas Fani Dirgantara, S.T dari PP IPM. Beliau menyampaikan beberapa definisi dan pengertian dari pemimpin. Salah satunya, bahwa pemimpin itu adalah inti dari manajemen. Ini berarti bahwa manajemen akan tercapai tujuannya jika ada pemimpin. Seorang pemimpin juga harus bisa mempengaruhi atau menentukan perilaku anggota lain dalam kelompoknya dan seorang pemimpin harus mampu mempertahankan motivasi para pengikutnya. Jadi bukan sekedar mempengaruhi sesaat saja.

Selain Mas Fani, juga ada pembicara lainnya yaitu Bpk. Muh. Hajron. Beliau menyampaikan materi tentang “Keorganisasian, Pengkaderan dan Rapat”.

Materi Keorganisasian
Memberikan pengertian bahwa organisasi adalah sarana berkumpulnya orang-orang yang bekerjasama untuk mencapai tujuan yang sama dengan mendayagunakan sumber daya yang dimiliki dan harus memiliki visi dan misi yang sama, apa yang ingin dicapai dan apa yang ingin dilakukan untuk mencapai visi tersebut.

Materi Pengkaderan
Beliau mengatakan bahwa terbentuknya kader Muhammadiyah yang memiliki ruh (spirit) serta mempunyai integritas dan kompetensi untuk berperan di persyarikatan dalam kehidupan umat dan dinamika bangsa serta konteks global. Beliau juga menyampaikan tentang pengertian kader. Bahwa kader itu adalah inti dari organisasi, jika kader lemah maka organisasipun akan lemah pula.

Materi Rapat
Bahwa sebuah rapat itu adalah dari berbagai informasi dan dokumen, berbagai pendapat dan kepentingan akan menghasilkan sebuah keputusan. Tetapi didalam rapat tersebut akan ada berbagai perdebatan dan kompromi yang akan memunculkan berbagai keahlian, pemikiran dan analisis.

Menjadi Laskar Matahari

Perjalanan hidup memang sangat dinamis, suatu saat kita berada di titik puncak, namun adakalanya titik itu bebalik cepat, melemparkan kita pada dasar jurang yang amat curam. ada saat nya “warna-wana” cerah memulas hidup kita, namun kadang “warna” buram dan kusam mengganti tiba-tiba begitu juga dengan organisasi, So, setiap wanita muslimah ,baik dia seorang da’iyah ataupun bukan , di tuntut untuk wajib melakukan amarma’ruf nahi munkar , sebagaimana firman allah swt :
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia agar menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah kemungkaran, dan beriman kepada allah swt…..”
(Q.S al-imran (3):110). Jelasnya, Allah SWT menyuruh seluruh mukminin dan mukminat untuk tolong-menolong dan bahu-membahu dalam beramar ma’ruf nahi munkar terhadap seasama. Maka seorang wanita muslimah paling tidak harus memenuhi syarat-syarat seperti :mengetahui secara ilmu (paham) terhadap persoalan-persoalan yang menjadi obyek amar ma’ruf nahi munkar secara amali, hendaklah dia beramar ma’ruf terhadap sesama kaum wanita , ia harus melakukannya semata-mata karena Allah swt sehingga ia bisa sabar meananggung segala resiko dalam beramar ma’ruf nahi munkar sambil setiap saat melakukan muhasabah (evaluasi diri). Dalam sebuah hadist Rasulullah saw bersabda:
hatinya(yakni mengingkari nya), dan merupakan pertanda selemah-lemahnya iman “ (H.R bukhari). Berdasarkan hadist itu maka tidak di terima perilaku seorang muslimah yang mestinya mampu melakukan nahi munkar dengan “tangan nya”, tapi ia tidak melakukannya, sebagaimana ia mampu melakukan nahi munkar dengan lisannya, namun ia mencukupkan diri dengan ingkar bil qalbi. Meskipun hal itu di perbolehkan, namun berdasarkan hadist lain, ini menunjukan dalam dirinya hanya tersisa iman seberat biji sawi.

Tak kenal nasyiah maka tak sayang, banyak orang berpikir bahwa di nasyiah itu kuno alias tidak gaul…., tetapi sebetulnya di nasyiah juga bisa menjadi remaja islam yang gaul gitu lho…..!!!, tanpa meninggalkan syar’i, Allah swt berfirman : “ dan sapa saja yang mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati” (AL-HAJJ : 32). Mengembangkan potensi diri .menambah wawasan,memperluas ukhwah islamiyah yang tadinya belum kenal bisa saling mengenal satu sama lain. Dengan kegiatan yang jelas tujuan nya dan bermanfaat untuk membina diri sebagai muslimah di era roformasi ini, kiprah muslimah di nasyiah semakin langka kemanakah mereka….?
Menurut sumber mantan aktifis nasyiah jaman dahulu, pernah mengalami masa kejayaan saat itu, person nya memang berkomitmen tinggi terhadap dakwah . khusus nya nasyiah dengan beberapa program kegiatan yang dikemas sedemikian rupa , sehingga menarik remaja muslin saat itu. Antara lain yang pernah dilakukan seperti: silahturahmi door to door ke remaja yang aktif di masjid, beberapa amal usahanya yaitu : membuat parcel berupa snack dan sirup, membuat kerudung, pakaian dalam wanita, kertas surat (saat itu belum ada HP komunikasi lewat surat ) dan menjual perlengkapan jahit. Untuk menambah ketrampilan dan pemasukan keuangan , menyelenggarakan kursus menjahit dan menyulam, dari hasil amal usaha teresebut bisa untuk menghidupi jalannya kehidupan nasyiah. Perekrutan kader nasyiah dengan cara continue dengan kegiatan training, darul arqom, seminar penyuluhan kesehatan reproduksi, pengajian lintas ranting, baksos ,rihlah dan kunjungan ke tokoh-tokoh ulama muhammadiyah
Secara berkala pimpinan cabang turba keranting untuk sharing kendala yang dihadapi ranting, peninjauan adminstrasi ranting sehingga permasalahan kendala yang di hadapi bisa di selesaikan berasama supaya cepat teratasi. Dan sebagian evaluasi gerak dan langkah nasyiah sejauh nama yang bisa dicapai dan belum terealisasi program kerja nasyiah. setelah beberapa tahun fakum karena banyak pimpinan nasyiah mendapat pekerjaan di luar kota dan menikah/mengikuti suami ke luar daerah, sehingga mulai mengalami krisis kepemimpinan alhamdulilllah kini mulai bangkito.
Sebenarnya berorganisasi seperti di nasyiah bisa memperbanyak teman dan wawasan itu sangat penting sekali dari pada kita bergaul dengan orang-orang yang tidak jelas arah dan tujuannya lebih baik kita bergul dengan orang-orang yang jelas arah dan tujuannya yaitu : “Menggapai Ridho Illahi” Rasulullah bersabda : “Barang siapa” dekat-dekat dengan pandai besi maka dia akan terkena percikan api dan barang siapa yang dekat dengan pembuat parfum maka dia akan terkena bau harum dari parfum itu. Artinya : jika berteman dengan orang-orang yang berahlak buruk maka dia juga akan buruk akhlaknya tetapi jika berteman dengan orang-orang yang sholeh, maka dia akan mendapatkan kebaikan.
Banyak yang kita dapatkan dari nasyiah tentang larangan dan kewajiban yang harus dilakukan sebagai muslimah yang bersumber dari Al-Quran dan Hadist modal dasar menjdi aktifis di nasyiah yaitu:
1. Proaktif. Jangan malu-malu untuk mngungkapkan apa yang ada di benakmu, misalkan ketika berada dalam satu diskusi, cobalah menjadi peserta aktif jangan cuman datang duduk dan mendengarkan. Kembangkan rasa ingin tahuan mu sebelum rasa itu mati.
2. . Disiplin. Cobalah mengtur alur kerjamu yang sesuai dengan kemanpuan. Buatlah pemisah antara belajar dan bekerja dan jangan lupa untuk mendidik diri sendiri supaya bisa disiplin dengan takaran semampumu.
3. Atur strategi. Setiap orang harus punya strategi hidup yang jelas. Makanya buatlah banyak perencanaan kerjamu dengan berbagai tipe.
4. Optimis. Sikap seperti ini perlu dikembangkan dalam rangka memupuk rasa percaya diri kamu. Cuma, yang harus di ingat, jangan kelewatan and haru di monitor perkembangan nya. Cara yang paling mudah , mintalah evaluasi diri dari shohib/sahabat dekatmu atau yang lebih baik kalau bisa melibatkan orang tua dirumah.
5. Mau mengoreksi dan di koreksi. Inilah salah satu ciri-ciri calon pemimpin yang baik, kalo kamu bisa seperti ini insya Allah kamu bisa diterima dimana saja. Paling tidak mulai dilatih saat ini, selain bisa melatih kesabaran juga melatih rasa empati kamu terhadap orang lain.
6. Tegas. Berani berkata benar dan berani bertindak itulah sikap yang baik. Bisakah untuk mengungkapkan sesuatu dengan jelas ,bukan berarti galak lho…??? Tapi punya sikap yang jelas terhadap sesuatu. Jangan kembangkan sikap mudah menyerah pada keadaan, itu namanya pengecut/munafik.
7. Bertanggung jawab. itu wajib yang harus dimiliki oleh aktivis, karena setiap kebijakan yang telah di sepakati harus dipertanggung jawabkan , ingat tangung jawab itu berbanding lurus dengan kepercayaan lho…!!! Artinya, kalau kamu sudah di anggap bisa bertanggung jawab, berarti kamu sudah di percaya. Ok kan? Tidak hanya itu saja namun mesti berkomitmen dan dapat merangkul semua golongan, begitu menariknya jika kita mengikuti organisasi contoh nya:
1. Tambah wawasan. dan pengetahuan dari mengikuti berbagai kegiatan seperti nasyiah ini kita bisa tahu sesuatu yang lain plus pengalaman yang mungkin tidak pernah kamu bisa melupakan.
2. Menyalurkan kreatifitas. Kreatifitas yang bisa tumbuh kalau tidak ada pengekangan, makanya selagi mampu melakukan pengembangan kreativitas jangan di sia-siakan
3. Memanfaatkan waktu. Waktu adalah sesuatu yang sangat berharga, dia tidak bisa kembali dan tidak bisa dipaksa / dipercepat
4. Melatih jiwa kepemimpinan. Kepemimpinan sama dengan kepercayaan, dengan bekal pengalaman aktif dalam berbagai event,bisa jadi referensi yang ok buat jadi pemimpin
5. Banyak teman. Dimanapun yang namanya organisasi, pasti banyak melibatkan banyak orang, disitulah nilai lebihnya kalau ikut dalam berbagai kgiatan seperti ikut nasyiah ini. Semua itu yang telah di rasakan selama terjun di nasyiah dan tidak hanya itu saja, di nasyiah sendiri juga menggunakan system KDRT ( kerukunan dalam rumah tangga ). Sesama pengurus maupun anggotanya. Rasulullah saw bersabda : “perumpamaan orang yang beriman yang saling mencintai dan saling menyayangi serta saling mengasihi bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota menderita sakit, maka yang lain ikut merasakan hingga tidak bisa tidur dan merasa demam”. ( H.R bukhari& muslim ). Di dalam organisasi seperti ini ada hal-hal yang bersifat minus atau hambatan adapun solusinya seperti : 1. waktu yang tersita. Apaun alasannya, aktif di berbagai kegiatan membutuhkan waktu. Unuk rapat sosialisi, sampai untuk menyelenggarkan kegiatan . 2. capek fisik. Segala aktivitas memang membutuhkan tenaga so, kalau sudah aktif dalam berbagai kegiatan jagalah kesehatan dengan memakan makanan yang bergizi dan tentu olahraga meskipun waktunya sedikit, tapi kudu di coba lho…..!!! 3. konsentrasi bercabang. Belajar maupun beraktivitas memerlukan strategi dan itu membutuhkan konsentrasi. Selagi masih bisa di atasi. Cobalah membagi waktu untuk berpikir secara adil antara belajar dan mengurus sebuah kegiatan. 4. Emosi. Berinteraksi lebih banyak dengan orang lain terkadang memaksa untuk banyak-banyak bersabar untuk itu berhati-hatilah menggunakan lidah,tindakan dan tentu hati kita.dan kalau masih sering kebablasan, sering-seringlah beristigfar.
Masih banyak orang punya persepsi berjuang di mendan dakwah seperti nasyiah menghambat sekolah,kuliah dan pekerjaan padahal sebetulnya kalau mempunyai komitmen dan management waktu semua bisa berjalan sesuai dengan keinginan kita. Namun, untuk dapat mencapai semua itu diperlukan perjuangan yang amat panjang, tiada pernah berhenti dan tidak setengah-setengah, sebagaimana firman-nya: “Dan berjihadlah kamu pada jalan yang Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya .dia telah memilih kamu dan sekali-kali ditak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan ”. (Q.S AL-Hajj [22]:78).memang perjuangan itu membutuhkan pengorbanan waktu,pikiran,tenaga,harta bahkan jiwa. Sekarang ini hal semacam itu menjadi langka, Ibnu Rajab berkata,”barang siapa yang memelihara ketaatan kepada Allah swt dimasa muda dan di masa kuatnya, maka Allah swt akan memelihara kekuatannya di saat tua dan di saat kekuatan nya melemah. Ia akan tetap diberi kekuatan pendengaran, penglihatan, kemampuan berpikir dan kekuatan akal”.

Nah, pertengahan tahun 2010 tepatnya bulan juli mendatang akan di selenggarakan muktamar Muhammadiyah ke-46 tahun 2010M/1431H.dengan demikian mengharapkan kinerja pemimpin di lingkungan pusat-ranting lebih energik, pasalnya dari mukmar satu abad Muhammadiyah tersebut akan memunculkan kepengurusan baru, tahun periode 2010-2015. Sehingga kedepan kader-kader baru akan benar-benar loyal ke Muhammadiyah. Hai saudara-saudara ku kaum muda singsingkan lengan bajumu, bangkitkan kembali nasyiah kibarkan panji-panji islami keseluruh negeri ini bahkan di seluruh muka bumi. Tegakkan syari’at tampa pantang menyerah “Pasti kita bisa ”, Allahu Akbar …!!! Fastabiqul khairat…… Allbirrumanittaqo……

penulis: Rochmawati, sekretaris PCNA Mantrijeron, 2008-sekarang

Danang: Sebuah Metamorfosa

Jumat ini tambal ban di sisi utara Jalan Sugeng Jeroni tutup. Bukan karena pemiliknya mudik, atau tidak ada lagi ban yang perlu ditambal. Tetapi, karena sebuah masjid.

Al Azhar. Sebuah masjid di kampung Suryowijayan itu bukan sekadar tempat ibadah. Ia adalah cerita tentang dakwah, dan Triyono Danang Perkasa. Ia adalah cerita tentang Danang, yang menutup bengkelnya membersihkan tempat ibadah sebelum sholat Jumat. Ia adalah cerita tentang mengaji dan si penambal ban.

Otong. Begitu teman-teman memanggil akrab dirinya. Niat dan semangat berdakwah makin lekat pada diri pemuda yang berprofesi sebagai penambal ban ini. Begitulah kiranya, Danang dimata teman-teman terdekatnya. Tak pernah sekalipun tampak pada dirinya lelah menyebarkan kebaikan dan manfaat bagi orang-orang sekitar.

Banyak kegiatan dakwah yang ia lakukan belakangan. Mengajar para santri di TPA Al Azhar salah satunya. Selebihnya, saat ini ia berfokus pada memakmurkan Masjid Quba. Salah satunya telah ia buktikan dengan menjadi ketua panitia Ramadhan Masjid Quba 1430H. Boleh dikatakan, ini menjadi prestasi tersendiri bagi seorang Danang. Ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya, Danang memang tak pernah senang mengurusi pekerjaan banyak orang. Pendek kata, menjadi seorang koordinator bukanlah orientasinya dalam berorganisasi.

Predikat sebagai seorang kader dakwah memang pantas disandang pemuda kelahiran 14 Desember 1988 ini. Betapa tidak, ketika teman-temannya lelah dengan aktivitas mengaji dan mengajar TPA, Danang hadir dan memberi semangat baru kepada mereka. Itu juga bukan tanpa perjuangan. Maklum, mengaji adalah satu hal yang datang terlambat bagi Danang.

Ketika pemuda seusianya mampu membuka pengajian songsong Ramadhan dengan mambaca Al Baqarah(2):183, Danang hanya bisa menyalakan tape pertanda TPA. Mengaji dan Danang memang dua hal yang tak pernah bertegur sapa sebelumnya, sampai akhirnya hidayah itu datang. Pergaulan tentu bepengaruh pada pembentukan pribadi seseorang. Bergaul dengan orang-orang baik, akan mendorong orang untuk melakukan kebaikan pula. Begitu juga sebaliknya.

Menyadari ketidakmampuan dirinya memberikan kontribusi bagi masyarakat, khususnya lingkungan masjid Al Azhar, dan kegelisahannya melihat teman-teman yang lebih mampu lambat bergerak, mendorong seorang Danang belajar membaca. Bukan membaca komik, ataupun berita kriminal di koran lokal. Bukan pula membaca buku sejarah perjuangan bangsa. Maklum, pada saat itu Danang sedang cuti dari bangku sekolah.

Danang belajar membaca Iqra’. Ia berguru pada dua, tiga orang kawan yang lebih mampu. Sesekali Iqra’ tadi dibawanya pulang. Ia ulangi pelajaran yang ia dapat sebelumnya. Tak heran dalam kurun waktu tiga bulan saja, ia telah mampu membaca Al Quran. Mungkin, jauh lebih singkat dari teman-teman yang mengajarnya.

Sejak saat itu banyak perubahan darinya. Ia yang sebelumnya menjadi contoh “tidak baik” yang sering disampaikan ustad di pengajian remaja, kini berhasil menjadi inspirasi. Menjadi semangat baru, setidaknya bagi lingkungan terdekat, yakni teman-temannya di Al Azhar untuk menggairahkan kembali kegiatan TPA di situ. Baginya, bukan hal yang membanggakan jika tidak bisa membaca Al Quran. Tetapi, hal yang lebih memalukan yaitu jika mampu, tapi tak mau. Tak mau berbagi ilmu dengan orang lain. Oleh karenanya ia sangat bersemangat mengajar para santri membaca Iqra’. Bangku sekolah yang dulu sempat ia tinggalkan, kini telah ditamatkan. Perjuangan itu kini telah menemukan hasilnya. Alhamdulillah [s2]

Sumber:

Buletin dakwah warga Muhammadiyah Kec. Mantrijeron, Ta’aruf, edisi 23, 1 Syawal 1430H

2 November 2008

Pelatihan Jurnalistik “Menulis Itu Mudah”

PCNA Mantrijeron

Gedung Politeknik Muhammadiyah

Jl. DI. Pandjaitan, Yogyakarta

Pelatihan tersebut diikuti oleh sekitar 30 peserta, perwakilan dari ranting serta organisasi remaja masjid se-Mantrijeron. Dari pelatihan tersebut terbentuklah semacam forum komunikasi bagi angkatan muda Muhammadiyah yang memiliki ketertarikan pada dunia jurnalistik. Namun sayang, sampai dengan saat ini forum komunikasi tadi belum berjalan. Semoga kedepan, ada kegiatan yang berjalan dan bermanfaat. Kita tunggu saja realisasinya.

16 Januari 2009

Aksi Solidaritas untuk Palestina

Perempatan Monumen Serangan Oemoem 1 Maret, Yogyakarta

Bersama ortom Muhammadiyah lain, PCNA Mantrijeron turut serta dalam aksi solidaritas untuk Palestina.

1 Februari 2009

Outbond Jurnalistik AMM Mantrijeron 2009

Jeruk Legi, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta

Follow-up dari Pelatihan Jurnalistik “Menulis Itu Mudah” ini diikuti lebih banyak peserta dari kegiatan pelatihan itu sendiri.

1 Februari 2009

Outbond Jurnalistik AMM Mantrijeron 2009

Jeruk Legi, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta

Follow-up dari Pelatihan Jurnalistik “Menulis Itu Mudah” ini diikuti lebih banyak peserta dari kegiatan pelatihan itu sendiri.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.